"Tapi kalau enggak bisa numpang karena industriya enggak bisa mengizinkan gitu ya misalnya industrinya agak strict gitu ya agak agak kaku enggak boleh izin ya, bisa pakai pola TK dengan keadaan khusus ya atau force majeure atau apalah namanya gitu ya. Jadi sebetulnya opsi-opsi itu sudah ada gitu ya," lanjutnya.
Ia menegaskan tidak boleh ada murid SMK yang kehilangan kesempatan untuk ikut TKA karena sedang PKL atau persiapan UKK. Ia menyebut, perlu ada sinergi tim redaksi sekolah, dinas pendidikan, dan industri.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin juga sempat menegaskan siswa SMA/SMK/sederajat yang telah mendaftar TKA, wajib mengikuti ujian secara penuh. Sehingga, siswa harus hadir dan ikut ujian selama empat hari berturut-turut.
"Pada TKA 2026, setiap siswa wajib mengikuti ujian penuh selama empat hari berturut-turut sesuai gelombangnya," ungkapnya melalui rilis resmi, Rabu (2/9/2026).