"Ada 10 orang siswi yang melakukan aksi perundungan," katanya.

Rahmat menuturkan aksi perundungan itu berawal dari salah paham dan isu saling reka cerita antar sesama siswa. Namun Rahmat tidak mengungkapkan secara detail isu yang dimaksud.

"Sudah diadakan pertemuan lintas sektor seperti dari kepolisian dan UPTD PPA Untuk penyelesaian kasusnya, korban ingin menyelesaikan melalui jalur hukum," bebernya.