"Tanggal dan lokasi spesifik dapat dibahas melalui Panmunjom," cetus Kim, merujuk pada desa gencatan senjata di DMZ yang memisahkan kedua Korea.

Lebih lanjut, Kim mengatakan bahwa Korsel "berharap mendapatkan respons positif dari Korea Utara".

Dalam beberapa tahun terakhir, pasukan Korut telah membangun jalan dan pagar taktis, serta menanam ranjau di dekat Garis Demarkasi Militer (MDL) di dalam DMZ yang memisahkan kedua Korea. Kim menyebut bahwa selama proses tersebut, pasukan Korut sempat melintasi garis batas tersebut.

Kementerian Pertahanan Korsel sebelumnya mengusulkan pembicaraan serupa pada November tahun lalu, untuk menyelesaikan perbedaan pendapat mengenai letak garis batas itu. Namun Korut tidak memberikan tanggapan.

Ketegangan di perbatasan meningkat setelah insiden ledakan ranjau di DMZ yang membuat tiga tentara Korsel mengalami cedera serius pada September lalu. Penyelidikan militer Korsel kemudian menyimpulkan bahwa Korut yang telah menanam ranjau yang meledak di sisi selatan MDL tersebut.