NADIKABAR.COM — Jejak langkah para para pendiri bangsa Republik Indonesia di Kota Sukabumi kini abadi sebagai ruang publik yang sarat nilai sejarah. Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, secara resmi mengesahkan dan meresmikan rumah pengasingan dua tokoh besar bangsa, Mohammad Hatta (Bung Hatta) dan Sutan Sjahrir, menjadi museum.

Bangunan bersejarah yang terletak di Jalan Bhayangkara, tepatnya di kompleks Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdiklat Polri ini, menyimpan memori kelam sekaligus heroik. Tempat tersebut menjadi saksi bisu pengasingan Bung Hatta dan Sutan Sjahrir sejak 3 Februari 1942, setelah sebelumnya dibuang dari Banda Neira.

"Jadi dari Banda Neira dibawa ke Sukabumi pada awal tahun 1942 dan ditempatkan di sini selama 47 hari, mulai dari tanggal 3 Februari 1942," ujar Fadli Zon usai peresmian, Sabtu (11/9/2026).

Ia menambahkan, di kota berudara sejuk ini, Bung Hatta dan Bung Sjahrir tidak sendiri. Tokoh pergerakan lain seperti Dr. Tjipto Mangoenkoesoemo dan Iwa Kusuma Sumantri juga berada di wilayah Sukabumi, tepatnya di kawasan Selabintana.

Menurut Fadli, kehadiran museum ini dilengkapi dengan narasi modern dan sentuhan digital agar generasi muda dapat menyegarkan kembali ingatan sejarah bagaimana beratnya perjuangan para pendiri bangsa. Terlebih, sebulan pasca-pengasingan singkat tersebut, Jepang secara resmi masuk usai penyerahan kekuasaan oleh Belanda di Kalijati pada 7 Maret 1942.

"Ini adalah satu aset sejarah dan budaya yang penting untuk melengkapi puzzle sejarah kita, memperlihatkan kepada generasi muda bagaimana perjuangan luar biasa dilakukan oleh para founding fathers kita yang diasingkan, dipenjara, dan dijauhkan dari rakyat," ungkapnya.