NADIKABAR.COM — Raksasa chip dan memori Korea Selatan, SK hynix, memecahkan rekor pendapatan dan laba operasional pada kuartal ketiga di tengah booming kecerdasan buatan (AI) global yang belum pernah terjadi sebelumnya, kata perusahaan itu sebagaimana warta Xinhua.

Laba operasional konsolidasi perusahaan itu melonjak 632,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 83,33 triliun won (1 won = Rp13,68) atau sekitar 62,4 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp18.139) selama periode Juli hingga September.

Pendapatan perusahaan juga melonjak 327,9 persen menjadi 104,62 triliun won, melampaui 100 triliun won untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan tersebut. Pendapatan dan laba operasional sama-sama mencetak rekor baru selama enam kuartal berturut-turut sejak kuartal kedua tahun lalu. SK hynix memperkirakan bahwa kelangkaan pasokan cip memori yang dipicu oleh perkembangan AI akan berlanjut hingga 2030. Perusahaan tersebut menjelaskan bahwa investasi AI tahap awal, yang sangat bergantung pada sejumlah kecil raksasa teknologi, telah meluas ke perusahaan pada umumnya serta inisiatif di tingkat nasional. Didorong oleh kinerja keuangan yang luar biasa tersebut, SK hynix mengumumkan rencana tambahan berskala besar untuk memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.