"Terus bergotong-royong, terus bangun semangat, jangan lelah untuk membantu saudara-saudara kita yang rentan, untuk membantu saudara-saudara kita yang tidak mampu," sambung Agus.
Sementara itu, Kepala Sentra Pangurangi Takalar Nur Alam mengungkapkan 54 peserta didik di SKB ini terdiri dari 30 perempuan dan 24 laki-laki. Mereka nantinya mengikuti pendidikan kesetaraan untuk Paket B (setara SMP) dan Paket C (setara SMA) di SKB Sentra Pangurangi Takalar.
"25 (siswa) dari jenjang Paket SMP dan 29 siswa Paket C atau SMA," kata Nur Alam.
Nur Alam menjelaskan pihaknya berperan menyediakan sarana dan prasarana, fasilitas pendampingan psikososial hingga klinik. Sentra Pangurangi Takalar juga menyiapkan berbagai jenis vokasi bagi para peserta didik sesuai minat dan bakat masing-masing.
"Nanti akan kita siapkan dan arahkan sesuai dengan minat dan bakat. Harapannya tentunya ingin menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, adaptif, dan ramah anak. Kemudian mendorong lulusan yang tidak hanya dari jasa formal, tetapi juga memiliki keterampilan mandiri yang tentunya nanti tindak lanjut siap untuk bekerja. Dan menjadikan program ini sebagai pilot project bagi anak-anak putus sekolah berbasis rehabilitasi sosial," pungkasnya.