NADIKABAR.COM — Skema penyediaan air minum yang diprakarsai Coca-Cola Foundation Indonesia (CCFI) bersama PDAM Toyo Wening dinilai menjadi solusi dalam menekan risiko kontaminasi bakteri E. coli sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di kawasan Margorejo, Kelurahan Gilingan, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Manajer Air Limbah PDAM Toyo Wening Surakarta Bayu Tunggul di Surakarta, Kamis, menyampaikan bahwa kualitas air sumur dangkal yang biasa diandalkan warga pemukiman padat di perkotaan, termasuk wilayah Gilingan saat ini mayoritas telah terancam oleh tingginya cemaran bakteri E. coli.

"Di beberapa tempat di Kota Surakarta akses air minum aman susah didapat karena sumur dangkal banyak sekali yang tercemar bakteri E. coli, padahal Kelurahan Gilingan ini merupakan lokus penanganan stunting Pemkot Surakarta," kata dia, dalam acara "Temu Media Peresmian Fasilitas Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas dan Master Meter" itu.

Bayu menjelaskan, penyediaan air minum yang memenuhi standar kesehatan sangat menentukan kualitas hidup anak-anak dan Balita agar terhindar dari penyakit infeksi berulang yang berpotensi memicu tengkes atau stunting itu.

Namun demikian, perluasan jaringan perpipaan reguler di wilayah padat seperti Margorejo selama ini tertahan oleh aturan legalitas administratif, mengingat mayoritas rumah warga bersinggungan dengan lahan milik PT KAI.