NADIKABAR.COM — Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyatakan PT Pertamina Hulu Energi dan PT Medco Energi Internasional Tbk menangkap peluang ekonomi dan meminimalkan risiko eksplorasi dari akuisisi 10 persen hak partisipasi ENI, perusahaan migas asal Italia.

"Iya, itu cerdas namanya. Sudah ada proyek yang kelihatan ekonomis, langsung masuk. Daripada eksplorasi belum tentu dapat, lama lagi, ini tinggal ngambil duit aja," ujar Djoko ketika ditemui setelah acara Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/10).

Pernyataan tersebut terkait dengan keputusan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) yang mengambil alih masing-masing 10 persen hak partisipasi (participating interest/PI) milik ENI di tujuh wilayah kerja Kalimantan Timur.

PT Pertamina Hulu Energi (PHE), selaku Subholding Upstream Pertamina, berhasil mengakuisisi participating interest milik ENI pada tiga wilayah kerja migas strategis di Kalimantan Timur, yaitu North Ganal, Rapak, dan East Sepinggan.