Pemain PSIM, Savio Sheva Maresca, mengatakan ziarah tersebut menjadi kesempatan bagi para pemain untuk memahami sejarah dan nilai-nilai yang melekat pada identitas Laskar Mataram.

"Ziarah ini cara kami merawat ingatan terhadap sejarah panjang dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu. Berada di sini membuat kami sadar bahwa lambang di dada yang kami bela bukan sekadar identitas di atas lapangan, melainkan bagian dari warisan budaya yang memiliki tanggung jawab besar," kata Savio dalam keterangan yang dikutip detikJogja, Kamis (27/8/2026).

Hal senada disampaikan Khairul Fikri Maarif. Meski bukan kali pertama mengikuti agenda ziarah, ia mengaku kegiatan tersebut membuatnya semakin memahami kultur masyarakat lokal dan akar identitas PSIM.