NADIKABAR.COM — Smart secara resmi bakal meluncurkan mobil kompak elektrik terbarunya Smart #2 di China pada 5 November 2026, yang memiliki jarak tempuh hingga 410 kilometer berdasarkan standar pengujian CLTC, mengandalkan baterai berkapasitas 35,8 kWh dan motor listrik penggerak roda belakang.

Dikutip dari CarNewsChina, Jumat, Smart #2 merupakan penerus karakter mobil perkotaan dua penumpang Smart ForTwo yang mengedepankan dimensi ringkas untuk menghadapi keterbatasan ruang jalan dan parkir di kawasan perkotaan.

Model terbaru ini dikembangkan melalui kolaborasi Smart, perusahaan patungan Mercedes-Benz dan Geely.

Tim desain global Mercedes-Benz menangani rancangan kendaraan, sedangkan Geely mendukung pengembangan dan produksi di China.

Dari sisi teknis, Smart #2 menggunakan satu motor listrik yang ditempatkan di bagian belakang dengan tenaga maksimum 60 kW atau sekitar 80 tenaga kuda serta torsi puncak 130 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang.

Sumber energinya berasal dari baterai lithium iron phosphate (LFP) berkapasitas 35,8 kWh yang dipasok CATL.

Kendaraan ini juga mendukung pengisian cepat arus searah (DC) hingga 65 kW, dengan waktu pengisian baterai dari 10 persen menjadi 80 persen sekitar 20 menit.

Angka jarak tempuh 410 kilometer tersebut menggunakan standar CLTC China. Karena menggunakan metode pengujian tertentu, hasilnya tidak serta-merta mencerminkan jarak tempuh dalam kondisi berkendara sehari-hari.

Smart #2 memiliki panjang sekitar 2,75 meter, lebar 1,67 meter, tinggi 1,56 meter, serta jarak sumbu roda 1.875 mm. Dimensi tersebut mempertahankan karakter kendaraan mungil yang menjadi ciri khas ForTwo.

Untuk menunjang pengendalian, mobil ini menggunakan suspensi depan MacPherson dan suspensi belakang independen lima tautan. Radius putar minimum 3,35 meter juga dirancang mendukung manuver di ruang terbatas.

Peluncuran pada November akan menjadi tahap lanjutan pemasaran Smart #2 di China. Model ini sebelumnya telah diperkenalkan secara global di Paris Motor Show pada Oktober 2026, menandai kembalinya Smart ke segmen mobil listrik perkotaan dua penumpang.