"Nah, inilah experience economy. Padahal mereka semua ada di YouTube itu, tinggal kita nonton. Tapi orang pengin experience, pengin get the feeling, pengin involved. Sama lah Anda juga ikut maraton yang berbayar, padahal lari gratis. Anda juga belanja offline, padahal online banyak yang murah. Experience," tambahnya.
Ia lantas menyinggung soal konser Andrea Bocelli di Indonesia mendatang. Ia menyoroti gelaran konser di Jakarta dan Candi Borobudur, Mangelang, yang mampu membawa efek ekonomi tambahan.
"Sekarang mari kita lihat konser yang sedang ramai diberitakan 31 Oktober besok. Andrea Bocelli akan dilakukan di dua tempat sekaligus, di Jakarta dan juga di Borobudur. Ini di dunia ini sudah biasa itu. Dunia itu memasarkan pariwisatanya dengan menjadikan tempat-tempat pertunjukan yang bersejarah. Misalnya saja di Itali, ya. Itu banyak tempat-tempat yang bersejarah dilakukan. Di Yunani, di Acropolis itu," kata dia.
Kendati demikian, akademisi UI ini menyadari jika gelaran konser Andrea Bocelli mendapat kontroversi. Ia mengatakan setiap masukan harus selalu didengar sebagai pertimbangan.