NADIKABAR.COM — Label rekaman Sony Music Entertainment Indonesia resmi menyambut bergabungnya grup musik Maliq & D’Essentials ke dalam naungan mereka guna mengawali babak baru kerja sama komersial global.

Aliansi bisnis ini disahkan secara strategis bertepatan dengan persiapan matang band menjelang perayaan 25 tahun berkarya Maliq & D’Essentials di industri musik tanah air pada tahun 2027.

"Kami bersyukur banget atas nama Sony Music, Maliq bisa, dan MAD HAUS utamanya, memilih Sony sebagai partner baru di perjalanan," kata Head of A&R Sony Music Entertainment Indonesia, Keke Kananta selama sesi dengar album kesepuluh Maliq & D’Essentials bertajuk "Kabar Gembira" bersamaan dengan dibukanya eksibisi Kabar Gembira di kawasan SCBD Jakarta, Kamis.

Keke menambahkan bahwa keputusan masuknya Maliq & D’Essentials ke bawah naungan label global ini membawa perubahan besar pada proyeksi bisnis, semisal membuka ruang bagi berbagai bentuk eksplorasi kreatif dengan band tersebut di luar peluncuran album musik baru.

"Bagi kami, Kabar Gembira Exhibition menjadi contoh bagaimana musik dapat membuka ruang bagi berbagai bentuk eksplorasi kreatif," ujar Keke.

Kemitraan strategis ini diproyeksikan berjalan secara berkelanjutan untuk menjawab tantangan industri musik di masa depan. Manajemen label menegaskan kesiapan mereka dalam mengawal target bisnis jangka panjang bersama unit manajemen band melalui peresmian kesepakatan kerja sama profesional secara tertulis.

"Selamat datang di Sony Music dan semoga kita bekerja samanya panjang," tutur Keke.

Kerja sama strategis baru tersebut kini dijadikan salah satu momentum utama yang diperkenalkan secara interaktif kepada publik melalui format pameran terpadu bertajuk Kabar Gembira Exhibition. Eksibisi hasil kolaborasi Sony Music dengan Connect by ASHTA tersebut dibuka di Melting Pot, GF, ASHTA District 8, Jakarta Selatan, dan dijadwalkan berlangsung hingga tanggal 17 November 2026.

Selain memperkenalkan mitra bisnis baru, eksibisi ini dirancang untuk menampilkan transformasi identitas band menjadi sebuah brand ekosistem bisnis melalui MAD HAUS.

MAD HAUS adalah markas band tersebut yang bergerak aktif dalam mengelola pilar industri kreatif pendukung di luar musik seperti arsitektur, desain, pertunjukan teater, hingga produk kerajinan. Karya-karyanya dapat diakses langsung oleh masyarakat sepanjang periode pameran.