NADIKABAR.COM — Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade menyoroti kerja sama pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu dengan pihak India. Andre Rosiade meminta PT Angkasa Pura dan InJourney melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kerja sama tersebut untuk memastikan manfaatnya bagi Indonesia.
Dalam rapat dengar pendapat bersama dengan jajaran direksi Angkasa Pura dan InJourney, Kamis (3/9/2026), Andre mengatakan, kerja sama Kualanamu dengan pihak India sempat dijanjikan memberikan sejumlah manfaat, termasuk komitmen investasi dan peningkatan trafik penumpang. Namun, menurutnya, sejumlah janji tersebut belum terlihat realisasinya.
"Kita dijanjikan hal yang sangat menarik kalau seandainya kerja sama Bandara Kualanamu dengan India. Tapi ternyata kan ini sebatas omon-omon," kata Andre.
Salah satu hal yang menjadi sorotan Andre adalah komitmen chip in dana. Andre menyebut sebelumnya pihak India disebut menjanjikan kontribusi sebesar Rp 2,5 triliun. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, realisasi dana yang diberikan hanya sekitar Rp 600 miliar.
"Dulu kalau tidak salah, janji chip in uang Rp 2,5 triliun. Informasi yang saya dapatkan hanya Rp 600 miliar," ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR itu.