Seluruh jenjang kepengurusan NU diminta menggelar "Mujahadah Kemanusiaan untuk Palestina" melalui majelis istighotsah, pembacaan shalawat, zikir berjamaah, maupun majelis doa lainnya.

PBNU menyebut kegiatan tersebut sebagai bagian dari riyadhah bathiniyyah sekaligus wujud solidaritas kemanusiaan terhadap bangsa Palestina.

Komitmen tersebut sejalan dengan perhatian yang disampaikan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar ketika menerima sejumlah tokoh Palestina di Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya, Minggu (27/9).

Selain apel, ziarah, dan mujahadah untuk Palestina, PBNU meminta jajaran NU mengisi Hari Santri dengan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Kegiatan pilihan tersebut meliputi layanan kesehatan gratis, donor darah, konsultasi keluarga dan zakat, kegiatan peduli lingkungan seperti sanitasi pesantren atau madrasah dan bersih-bersih masjid, serta halaqah yang melibatkan ulama dan pondok pesantren di wilayah masing-masing.