NADIKABAR.COM — Sekretariat Jenderal MPR RI berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan pagelaran wayang kulit semalam suntuk sebagai sarana penyampaian nilai-nilai kebangsaan. Acara dengan lakon Gatuthkaca Kalajaya yang dibawakan dalang Ki Bayu Aji ini berlangsung di Lapangan Kecamatan Giritontro pada Minggu (1/11) malam.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di tengah masyarakat. Keempat pilar kebangsaan tersebut meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Anggota MPR RI dari Kelompok DPD RI Casytha Arriwi Kathmandu mengungkapkan bahwa pagelaran ini tidak sekadar menjadi hiburan rakyat. Acara tersebut dinilai menjadi salah satu cara jitu untuk merawat kebudayaan sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila.

"Pagelaran wayang kulit ini adalah wujud nyata bentuk gotong royong, yang merupakan inti dari Pancasila. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya melestarikan dan memuliakan kebudayaan Jawa sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia," ujar Casytha pada keterangan tertulisnya, Selasa (3/11/2026).

Plt Sekretaris Jenderal MPR RI Heri Herawan turut menegaskan bahwa pertunjukan wayang bukan sekadar tontonan, tetapi juga tuntunan dan tatanan. Nilai-nilai Empat Pilar sejatinya tercermin jelas melalui karakter tokoh-tokoh pewayangan yang mengajarkan kebaikan, keadilan, dan kebersamaan. Ia juga menyoroti tingginya antusiasme warga karena acara ini berhasil menyedot sekitar 10.000 penonton.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyampaikan kebanggaannya karena wilayahnya dipercaya menjadi lokasi Sosialisasi Empat Pilar melalui pendekatan seni budaya. Kegiatan strategis ini dinilai sangat sejalan dengan program pemerintah daerah yang rutin menggelar wayang kulit secara serentak di 25 kecamatan.

Rangkaian acara kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto atau yang akrab disapa Bambang Pacul. Pembukaan tersebut ditandai dengan penyerahan tokoh wayang secara simbolis kepada dalang Ki Bayu Aji.

Selain menjadi ruang edukasi dan pelestarian budaya, kegiatan besar ini terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar. Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM ikut meramaikan lokasi dengan menjajakan berbagai produk, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan wayang kardus.