"Tahun 2024, saya mendapat medali emas OSN cabang ajang informatika. Lalu, saya ikut seleksi untuk delegasi IOAI 2025. Saya lolos dan mendapat medali perak di Beijing. Awal tahun 2026 ini, saya diundang untuk ikut seleksi IOAI 2026 dan mendapat medali emas di Astana, Kazakshtan," tutur Luvidi.
Setelah berhasil meraih medali perak di IOAI 2025, Luvidi kembali mewakili Indonesia dalam ajang olimpiade yang sama pada tahun 2026. Bahkan, ia kini meraih medali emas di IOAI 2026.
Luvidi dan peserta IOAI perwakilan Indonesia sama-sama menjalani pelatihan intensif dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Selama pelatihan, Luvidi mengaku banyak belajar hal baru soal AI.
Kini, tak hanya pemrograman dan matematika, Luvidi bidang yang Luvidi gemari sudah bertambah dengan AI.
"Karena awalnya saya tertarik pada matematika dan pemrograman, jadi saya mencoba ikut seleksi IOAI. Di sana, saya belajar lebih banyak tentang kecerdasan artifisial dan saya tertarik," ujarnya.
Meski sudah mengikuti ajang yang sama pada tahun lalu, Luvidi masih merasa bahwa materi dan soal latihan untuk persiapan olimpiade AI masih minim jika dibandingkan dengan olimpiade lainnya.