NADIKABAR.COM — Eks manajer Timnas Inggris Gareth Southgate mengaku tak lagi tertarik untuk menangani klub di masa depan. Ia menyebut sepak bola tak lagi jadi bagian signifikan dalam hidupnya.
Southgate menangani Inggris sejak 2016 hingga 2024. Selama periode itu, ia membawa The Three Lions dua kali ke final Piala Eropa, namun kalah dari Italia dan Spanyol. Lalu ia juga berhasil meloloskan Harry Kane dkk ke semifinal Piala Dunia 2018.
Usai mundur dari jabatannya lebih dari dua tahun silam, ia belum lagi menerima tawaran melatih. Ia bahkan mengaku sudah jarang menonton pertandingan. Itu sebabnya ia merasa tak lagi memiliki gairah untuk menangani klub.
"Harus saya katakan, saya tidak melihat skenario bahwa saya akan melakukan hal itu," ujar Southgate kepada siniar The Amol Rajan Connection, seperti dikutip The Athletic.
"Menjelang akhir masa jabatan saya bersama Timnas Inggris, saya tidak lagi menikmatinya—setidaknya untuk suatu periode tertentu; hanya kemenanganlah yang membuat saya terus bertahan."
"Pada akhirnya, saya bahkan tak lagi bisa menikmati kemenangan lebih dari beberapa menit saja. Jadi, saya hampir tidak pernah menonton sepak bola lagi. Saya sempat hadir di final Liga Champions, setahun setelah saya meninggalkan Inggris. Saya juga datang ke final Piala FA (2025) untuk menyaksikan tim saya, Crystal Palace, meraih trofi pertama mereka. Sejak saat itu, saya tidak pernah lagi menginjakkan kaki di stadion. Jadi, keinginan saya untuk terlibat dalam dunia sepak bola telah berubah."
"Saya sangat menikmati 18 bulan terakhir dalam hidup saya. Selama 37 tahun, jati diri saya sangat bergantung pada apakah saya menang atau kalah di hari Sabtu. Dan sejujurnya, saya sangat senang bisa merasakan pengalaman-pengalaman yang berbeda," ia menjelaskan.
Sepanjang karier manajerialnya, Southgate hanya pernah melatih satu klub, yakni Middlesbrough pada 2006-2009. Selain itu, ia juga pernah menangani Inggris U-21 pada 2013-2016, sebelum naik pangkat menangani tim senior.