NADIKABAR.COM — Ford kembali menghadirkan kampanye penarikan kembali (recall) terhadap 102 ribu kendaraan pikap di Amerika Serikat (AS), karena adanya gangguan pada panel instrumen analog yang dapat menyebabkan jarum speedometer dan takometer macet atau bergerak tidak menentu.

CarsCoops pada Kamis melaporkan bahwa sejumlah kendaraan Ford model tahun 2025 dan 2026 terdampak masalah tersebut, termasuk jajaran truk berat Super Duty.

Gangguan ini menjadi perhatian, karena pengemudi berpotensi menerima informasi kecepatan kendaraan yang tidak akurat saat berkendara.

Sementara itu, laporan dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), total kendaraan yang masuk dalam penarikan mencapai 102.159 unit.

Jumlah tersebut mencakup Ford Super Duty F-250, F-350, F-450, F-550, dan F-600 model 2025-2026, serta Ford F-150 dan F-750 model 2026.

Masalah teridentifikasi pada modul panel instrumen analog. Dalam kondisi tertentu, jarum penunjuk putaran mesin dan kecepatan kendaraan dapat tertahan pada posisi tertentu atau bergerak secara tidak beraturan sehingga menyulitkan pengemudi membaca informasi kendaraan secara tepat.

Gangguan pada speedometer, berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan karena pengemudi tidak memperoleh gambaran akurat mengenai kecepatan aktual kendaraan.

Kendati demikian, Ford menyatakan belum mengetahui adanya kecelakaan maupun cedera yang berkaitan dengan masalah tersebut.

Ford mengidentifikasi kekurangan dalam proses pemasok komponen sebagai salah satu penyebab gangguan pada panel instrumen. Investigasi internal perusahaan terhadap persoalan tersebut mulai ditangani pada Mei 2026.

Untuk mengatasi masalah itu, Ford akan mengganti modul panel instrumen yang bermasalah melalui jaringan dealer tanpa biaya bagi pemilik kendaraan.

Perbaikan tersebut, diklaim oleh perusahaan tidak mengharuskan penggantian seluruh panel instrumen.

Ford dijadwalkan mulai mengirimkan surat pemberitahuan kepada pemilik kendaraan terdampak pada 26 Oktober 2026.

Sementara itu, ketersediaan komponen pengganti diperkirakan mulai Desember 2026.