"Dari dahulu lokasi tersebut memang dikelola warga sekitar. Pembangunan spot foto dan gazebo di tepi sungai dibangun dari swadaya yang dikumpulkan dari sumbangan pengunjung," ujar Aryana, Kamis (27/8/2026).
Namun, badai pandemi COVID-19 membuat aktivitas pariwisata di lokasi tersebut lumpuh. Sejak kunjungan wisatawan merosot tajam, perawatan fasilitas pun tak lagi berjalan. "Karena sepi pengunjung, jadinya seperti ini sampai sekarang," terang Aryana.
Aryana belum sempat meminta bantuan perbaikan ke Dinas Pariwisata Klungkung. Pemerintah Kelurahan Semarapura Kangin juga terpaksa lepas tangan lantaran tidak memiliki alokasi anggaran khusus untuk mengelola maupun memperbaiki destinasi wisata swadaya tersebut.