NADIKABAR.COM — SPPG Gebyok di Selo, Boyolali, ditutup sementara usai puluhan siswa mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis. Ortu siswa berharap SPPG itu ditutup permanen.
"Operasional (SPPG Gebyok) kita off-kan mas," kata Ketua Satgas MBG Kabupaten Boyolali, Syawalludin, saat dihubungi, Jumat (11/9/2026).
Syawal mengaku sudah mengaku terus memantau perkembangan kondisi para siswa. Pihaknya juga menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari sampel makanan yang diberikan ke siswa dan diduga menyebabkan keracunan tersebut.
"Saya sudah cek lapangan, sama Kadinkes. Ke Puskesmas, ke SMP, juga ke SPPG Gebyok," jelasnya.
Sementara, perwakilan dari Paguyuban Wali Murid juga mendatangi SPPG usai adanya kasus keracunan di SMP di Selo. Mereka berharap SPPG itu bisa ditutup permanen.
"Kita cek SPPG-nya. Kami minta untuk sementara waktu, SPPG itu dinonaktifkan dulu sampai batas waktu yang belum ditentukan," kata Mujiyanto, salah seorang orang tua/wali murid yang ikut mendatangi SPPG tersebut, Jumat (11/9).
Dikemukakan dia, ada tiga perwakilan dari Paguyuban Wali Murid yang datang ke SPPG tersebut. Pihak wali murid meminta operasional SPPG dihentikan sementara, untuk menjaga traumatik siswa korban keracunan maupun para orang tuanya.
"Kalau saya pribadi ya meminta untuk MBG itu ditutup permanen. Anggarannya bisa dialihkan untuk bantuan biaya pendidikan yang lain," kata dia.
Diberitakan sebelumnya, puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kecamatan Selo. Tiga anak menjalani rawat inap di Puskesmas Selo.
"Informasi dari Puskesmas Selo, ada 34 anak yang bergejala. Terdiri 33 anak dari SMP 1 dan satu anak dari SMP 2," kata Camat Selo, Eko Dodi Apriyanto, dikonfirmasi melalui telepon selulernya Jumat (11/9/2026).
Dikemukakan dia, anak-anak tersebut mengeluhkan gatal-gatal, mual, muntah, sakit perut, mules dan pusing. Gejala tersebut mulai dirasakan para siswa di wilayah lereng Gunung Merapi dan Merbabu itu pada Kamis (10/9) siang hingga sore kemarin.
Pihak.Puskesmas Selo telah mendatangi sekolah dan melakukan pemeriksaan kepada para siswa yang mengeluhkan gejala tersebut. Dari hasil pendataan pihak Puskesmas, dari siang hingga sore hari kemarin terdapat 34 anak yang mengalami gejala dugaan keracunan tersebut.
"Ada tiga anak yang rawat inap," jelas Eko Dodi.
Ketiga anak yang opname di Puskesmas Selo itu terdiri 2 anak dari SMP 1 Selo dan satu anak dari SMP 2 Selo.
Pihak Puskesmas juga mengambil sampel MBG di sekolah tersebut maupun di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sampel tersebut dikirimkan ke laboratorium kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan.