Dia mengatakan anak-anak juga dapat memilih makanan MBG tersebut sesuai selera dan juga porsi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga hal tersebut dapat mengurangi sampah makanan.

"Anaknya bisa memilih, jika tidak senang lauk yang ini bisa pilih yang lain, jadi bisa mengurangi sampah makanan. Selain itu juga tidak mubazir karena mengambil sesuai porsinya," kata Tatik.

Salah satu siswi kelas 6 SD Muhammadiyah Bantar Onsa mengaku menyukai sistem MBG prasmanan tersebut karena dapat memilih makanan yang disukai.

"Suka, karena asik," kata Onsa usai menghabiskan makan yang saat itu menunya ikan dori tepung, tumis labu siam, lengkap dengan edamame serta melon.