NADIKABAR.COM — Tim Indonesia gagal menambah medali dari cabang olahraga sprint kano (canoe sprint) Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah dua wakilnya tidak menembus tiga besar di Miyoshi Lake Canoe Course, Aichi, Jepang, Jumat.
Dikutip dari laman resmi Asian Games 2026, pada nomor men's kayak double 500m, pasangan Dede Sunandar/Wandi menempati peringkat ke-10 keseluruhan.
Dede/Wandi tidak bisa melaju ke final perebutan medali (Final A) lantaran hanya menempati posisi keempat pada semifinal dengan torehan waktu satu menit 38,559 detik.
Pencapaian itu membuat pasangan tersebut berpartisipasi di Final B, di mana mereka mempertajam waktu semifinal menjadi satu menit 37,767 detik.
Medali emas nomor tersebut diraih pasangan Korea Selatan Cho Gwang Hee/Kim Hyobin dengan waktu satu menit 31,859 detik.
Jepang melalui Tanada Taishi/Tanaka Masaya meraih perak dengan waktu satu menit 32,176 detik, sedangkan perunggu menjadi milik pasangan Iran Ali Aghamirzaeijenaghard/Peyman Ghavidel Siah Sofiani dengan waktu satu menit 32,869 detik.
Sementara itu, pada nomor men's canoe single 500m, wakil Indonesia Evans Monim yang bermain di babak perebutan medali, harus puas finis di posisi kedelapan dengan catatan waktu satu menit 58,042 detik.
Emas pada nomor ini diraih wakil China Ji Bowen dengan waktu 1 menit 47,338 detik, disusul Vladlen Denisov dari Uzbekistan dengan 1 menit 47,945 detik untuk perak, dan atlet Taiwan Lai Kuan-chieh dengan 1 menit 49,042 detik untuk perunggu.
Hasil ini membuat Indonesia belum mampu menambah medali pada cabang olahraga sprint kano. Sebelumnya, Herlin Aprilin Lali menyumbangkan medali perunggu pada nomor women's canoe single 200m.