"Jadi semenjak hari kemarin tanggal 30 Oktober, rumputnya kita kupas. Rumputnya kita kupas untuk melakukan proses pemancangan sehingga kegiatan olahraganya yang sekarang tidak digunakan. Tapi untuk kegiatan-kegiatan lain masih bisa digunakan," ujar Rofik saat konferensi pers, Jumat (30/10).

Rofik juga memastikan rumput yang saat ini berada di SUGBK tidak akan digunakan kembali. Pengelola memilih melakukan peremajaan dengan rumput baru agar kondisi lapangan lebih baik ketika kembali digunakan untuk pertandingan sepak bola maupun kegiatan lainnya.

"Rumput yang sekarang pun sudah kita karantina dan mungkin tidak akan kita masukkan ke dalam stadion lagi karena kita rumputnya akan baru lagi. Bukan rumput yang sekarang kemarin kita tanam lagi, tapi kita mengolah rumput yang baru masuk ke sana. Kita harapkan performa daripada rumput nanti lebih bagus daripada yang sekarang," ucap Rofik.

Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi Afif Kusumo mengatakan pengembangan tersebut diharapkan membuat SUGBK dapat mengakomodasi kegiatan berskala besar dengan waktu pemulihan lapangan yang lebih singkat. Pengelola juga menyiapkan peralatan modern untuk mendukung perawatan dan penggantian rumput.

"Harapannya dengan kita melakukan perbaikan, ada perkuatan struktur terutama di area tengah. Ke depannya Indonesia bisa menampung konser yang lebih besar lagi dan juga recovery yang lebih cepat," kata Rakhmadi.