NADIKABAR.COM β Staf Khusus Menteri Agama Gugun Gumilar membantah narasi yang menyebut Pondok Modern Darussalam Gontor menegur Presiden Prabowo Subianto melalui lantunan Surah Al-Ahzab ayat 70-73 tentang perintah berkata benar atau qaulan sadida.
βIni adalah hoaks murahan dan fitnah yang dibungkus agama. Jangan bawa-bawa nama besar Gontor untuk framing politik jahat,β ujar Gugun dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Gugun menyebut tulisan berjudul βGontor Menegur Prabowo dengan Al Quranβ beredar luas di media sosial sebagai tulisan yang mencatut nama Pondok Modern Darussalam Gontor untuk menyerang Presiden Prabowo Subianto.
Menurut dia, lantunan Surat Al-Ahzab tersebut merupakan doa dan nasihat universal bagi pemimpin agar senantiasa berkata benar, bukan bentuk teguran kepada Presiden Prabowo sebagaimana dinarasikan dalam tulisan tersebut.
βSaya pastikan, Gontor menyambut Presiden Prabowo dengan penuh hormat, penuh adab sebagai kepala negara. Lantunan Al-Ahzab itu adalah doa dan nasihat universal untuk setiap pemimpin agar senantiasa berkata benar, bukan tamparan seperti yang dipelintir penulis liar itu,β ujarnya.
Gugun juga menilai istilah qaulan sadida tidak tepat dikaitkan dengan tudingan bahwa Presiden Prabowo berbohong kepada masyarakat.
Ia menyampaikan sejumlah kebijakan dan langkah pemerintah yang menurutnya menunjukkan konsistensi Presiden Prabowo dalam menjalankan pemerintahan.
Pertama, Gugun menyoroti langkah pemerintah mengambil kembali sekitar lima juta hektare kawasan hutan negara yang menurutnya selama ini dikuasai secara ilegal.