Gunung api tersebut juga sempat mengalami erupsi menerus selama 25 jam pada 4 hingga 6 September 2026 yang menghasilkan aliran lava ke arah barat laut, barat, hingga barat daya.

Namun, pasca-kejadian tersebut dan tujuh kali erupsi strombolian, aktivitas vulkanik tercatat cenderung menurun hingga 20 September 2026.

Seiring dengan penurunan tingkat aktivitas ini, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas kawah guna mengantisipasi ancaman bahaya lontaran batu pijar serta hujan abu lebat.