NADIKABAR.COM — PT Sumbawa Timur Mining (STM), perusahaan eksplorasi tembaga pengelola Proyek Hu'u, menggelar program STM Goes to Campus bersama Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Kegiatan itu memadukan hibah sampel inti (core sample) Deposit Onto dengan sesi berbagi pengetahuan mengenai berbagai aspek kegiatan eksplorasi mineral.

Principal Geologist STM Paulo Renata dalam keterangan diterima di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi dapat memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan praktik di lapangan.

"Harapannya, tercipta sinergi yang baik antara dunia industri dan dunia pendidikan sehingga keduanya dapat saling mendukung," ujarnya.

Untuk diketahui, Deposit Onto merupakan deposit tembaga-emas yang ditemukan pada 2013 di wilayah kerja STM di Proyek Hu'u, Kabupaten Dompu, NTB. Temuan itu memiliki nilai strategis karena tantangan teknis dan metode eksplorasi yang digunakan serta potensi ekonominya.

Sementara itu, Ketua Departemen Teknik Geologi UGM Prof. Wahyu Wilopo menilai interaksi dengan praktisi industri dapat membantu mahasiswa memahami tantangan di lapangan.

"Dengan adanya sosialisasi ini, mahasiswa akan mendapatkan gambaran yang lebih luas dan lebih detail mengenai permasalahan yang mungkin ditemukan di lapangan sehingga mereka dapat belajar dan mengantisipasi hal-hal tersebut," katanya.

STM Goes to Campus bertempat di Gedung Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik UGM dan diikuti oleh sekitar 70 mahasiswa dari angkatan 2022 hingga 2026.

Program itu ditujukan untuk memperkaya proses pembelajaran melalui pemanfaatan sampel geologi sekaligus memberikan perspektif mengenai penerapan berbagai disiplin ilmu dalam kegiatan eksplorasi, langsung dari para praktisi.

Enam praktisi STM berbagi wawasan tentang berbagai aspek pengembangan Proyek Hu'u. Paulo Renata membuka sesi dengan pengenalan Proyek Hu'u, dilanjutkan dengan pemaparan Senior Business Analyst Desi Lusianingtyas mengenai perencanaan biaya dan jadwal proyek.

Sementara itu, Principal Geologist Nurhadi Wibowo menjelaskan bagaimana petunjuk geologi dibaca dan diinterpretasikan dalam eksplorasi.

Mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai aspek geoteknik dan hidrogeologi melalui pemaparan Geotechnical Engineer Mulia Fatwa serta Principal Hydrogeologist Wawan Darmawan.

Pada acara bertema Unlocking Geological Insights: Learning from the Onto Deposit itu, sesi pembelajaran juga dilengkapi dengan diskusi dan praktik identifikasi batuan alterasi dan mineralisasi dari Deposit Onto.

Melalui format tersebut, mahasiswa dapat memahami keterkaitan seluruh aspek dalam studi eksplorasi yang menjadi landasan penentuan kelayakan pengembangan suatu proyek.

Salah satu peserta, Gina Rahmatillah mengatakan kegiatan tersebut memberinya pemahaman yang lebih luas mengenai dunia eksplorasi mineral.

"Banyak sekali wawasan menarik yang saya dapatkan dan saya jadi lebih mengenal STM," ungkap mahasiswi asal Kota Bima, NTB itu.

Ia mengaku materi mengenai perencanaan biaya dan jadwal proyek menjadi salah satu topik yang paling menarik karena membuka wawasan baru tentang pengembangan proyek eksplorasi.