NADIKABAR.COM — Apple mengingatkan konsumen yang berniat membeli iPhone Duo secara langsung (walk-in) di gerai resmi Apple Store pada hari peluncuran, Jumat (23/10), untuk bersiap menghadapi keterbatasan stok.
Melansir GSM Arena, Rabu (21/10) waktu setempat, Apple mengonfirmasi bahwa pasokan unit iPhone Duo di toko akan sangat terbatas akibat tingginya permintaan pada masa prapesan.Perusahaan menyatakan bahwa stok unit yang bisa dibeli langsung jumlahnya terbatas dan hanya tersedia di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Australia, Singapura, Jerman, Inggris, Kanada, Meksiko, Belgia, Belanda, Spanyol, Swedia, Swiss, Turki, dan sebagian toko di Italia.
Khusus di wilayah Makau, penjualan langsung hanya dibuka pada hari pertama peluncuran dengan persediaan yang juga sangat terbatas.
Sementara itu, Apple memberlakukan aturan yang lebih ketat di sepuluh negara lainnya seperti Malaysia, China, Prancis, Hong Kong, India, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Di negara-negara tersebut, konsumen tidak dapat membeli iPhone Duo secara langsung di toko pada hari peluncuran tanpa melakukan reservasi jadwal pengambilan terlebih dahulu secara daring melalui kanal resmi Apple.
Kebijakan pembatasan penjualan langsung itu diterapkan Apple guna mengendalikan jumlah kerumunan di toko serta mengantisipasi kehadiran spekulan atau calo.
Apple telah membatasi jumlah pembelian iPhone Duo maksimal dua unit per pelanggan. Bagi konsumen yang telah melakukan prapesan, Apple mempercepat jadwal estimasi pengiriman yang sebelumnya sempat digeser hingga Januari.
iPhone Duo dibekali layar lipat utama LTPO OLED berukuran 7,6 inci dengan refresh rate 120Hz serta layar luar berukuran 5,4 inci.
Ponsel lipat berbasis iOS 27.1 itu ditenagai oleh chip A20 Pro, RAM 12 GB, ruang penyimpanan hingga 2 TB, kamera belakang ganda 48 MP, baterai berkapasitas 4.883 mAh dengan pengisian daya nirkabel 25W MagSafe/Qi2, serta sertifikasi ketahanan air IP68.
iPhone Duo ini dibanderol mulai dari harga 1.999 dolar AS atau sekitar Rp36 juta.
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha