NADIKABAR.COM — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengungkapkan strategi yang disiapkan pemerintah untuk menciptakan Indonesia sebagai negara pencipta kapasitas digital, dan tidak hanya menjadi pasar digital global.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kemkomdigi Fifi Aleyda Yahya meyakini bahwa sinergi antar-pemangku kepentingan memainkan peranan penting agar cita-cita tersebut dapat terwujud.
"Sinergi harus menghasilkan dampak nyata, saya pikir kita sama-sama sepakat tentang hal tersebut. Dalam satu dekade ke depan, kita ingin bergerak dari digital adoption menuju digital value creation, dari pasar digital yang besar menuju kapasitas digital yang kuat," kata Fifi dalam acara Antara Business Forum (ABF) 2026 bertajuk "The Synergy Horizon: Positioning Indonesia for the Next Decade" di Jakarta, Rabu.
Fifi menjelaskan bahwa arah kebijakan transformasi digital Indonesia saat ini dibangun melalui tiga prinsip utama, yakni "Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga".
Dengan mengusung pilar tersebut, Indonesia mengupayakan agar kedaulatan digital nasional dapat berjalan beriringan bersama laju kemajuan teknologi.
Pada pilar "Terhubung", sasaran pemerintah tidak lagi sekadar memperluas jangkauan jaringan, melainkan bergeser menuju konektivitas bermakna atau meaningful connectivity.