NADIKABAR.COM — Penelitian baru menemukan bahwa kasus dan kematian akibat kanker serviks global diperkirakan akan meningkat masing-masing sebesar 20,2 persen dan 39,3 persen pada tahun 2050, meskipun kondisi ini sebagian besar dapat dicegah.

Para peneliti dari Australia dan negara-negara lain menganalisis angka kejadian kanker serviks, kematian, dan kerugian kesehatan di 204 negara dan kawasan selama periode 1990 hingga 2023, serta membuat pemodelan tren kasus penyakit tersebut hingga 2050, menurut ringkasan studi yang dipublikasikan di situs web Australian Science Media Center pada Selasa (3/11).