Sejumlah tantangan teknis yang menjadi perhatian dalam pengembangan proyek tersebut antara lain kedalaman deposit mineral, keberadaan air tanah dalam, serta kondisi suhu tinggi di bawah permukaan tanah.
Selain itu, studi kelayakan juga mengidentifikasi potensi pemanfaatan sumber daya panas bumi di wilayah kerja STM sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang dapat mendukung pengembangan proyek pada masa mendatang.
Cindy menjelaskan, penghentian sementara kegiatan studi eksplorasi sejak 27 Juni 2026 dilakukan sambil menunggu proses perpanjangan izin eksplorasi dari Kementerian ESDM.
Meski demikian, perusahaan tetap menjalankan sejumlah kegiatan pendukung, seperti pemantauan lingkungan, program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, perawatan aset perusahaan, serta pengurusan berbagai perizinan.