Pola yang ditemukan peneliti tidak sama persis di setiap usia. Penggunaan layar pada usia 2 dan 3 tahun tidak memiliki kaitan yang signifikan dengan hasil yang diukur dalam studi ini.

Akan tetapi, kaitan tersebut kembali terlihat pada usia 6 tahun. Waktu tersebut bertepatan dengan masa transisi menuju pendidikan formal, saat anak-anak menghadapi tuntutan yang semakin besar terkait perhatian, memori, dan kemampuan belajar.

Menurut para peneliti, hasil studi ini mendukung prinsip umum "semakin sedikit, semakin baik". Penambahan durasi menonton satu jam setiap hari mungkin tidak memberikan dampak yang nyata pada setiap anak secara individu.

Meski begitu, perubahan yang relatif kecil pada keseluruhan populasi tetap dapat menyebabkan sejumlah besar anak mengalami penurunan hasil akademik.

Oleh karena itu, upaya untuk mengurangi durasi menonton layar, mungkin akan paling bermanfaat jika dimulai sejak masa bayi dan diperkuat saat anak-anak mendekati usia masuk sekolah. Para peneliti juga mengingatkan bahwa durasi penggunaan layar saja tidak memberikan gambaran yang utuh.

Peneliti menilai studi di masa mendatang perlu meneliti apakah perkembangan anak akan berbeda, bergantung pada kualitas konten yang ditonton, jenis perangkat yang digunakan, serta apakah orang tua turut menonton bersama anak-anak mereka.