Andreas mengatakan data yang ada tidak memberikan jawaban pasti terkait mengapa performa akademik siswa secara global menurun. Meski demikian, banyak pihak berpendapat dampak pandemi COVID-19 pada 2020 serta penutupan sekolah secara luas setelahnya merupakan faktor yang tidak bisa diabaikan.
Walau begitu, analisis OECD menunjukkan tidak ada kaitan yang sederhana tim redaksi durasi penutupan sekolah dan tren kemampuan membaca setelahnya. Terlebih lagi, performa akademik di banyak negara memang sudah menunjukkan tren penurunan jauh sebelum pandemi terjadi.
Ia menilai, penurunan performa dalam jangka panjang ini mengindikasikan adanya masalah struktural yang lebih mendalam dalam sistem pendidikan, yang mencakup tantangan di tingkat sekolah maupun sistem secara keseluruhan. Tantangan-tantangan tersebut meliputi perubahan sikap terhadap kegiatan membaca, dampak gangguan digital bagi siswa, serta meningkatnya angka ketidakhadiran.
"Secara keseluruhan, data menunjukkan adanya kelemahan dalam cara bagaimana sistem pendidikan beradaptasi terhadap perubahan sosial, teknologi, dan ekonomi," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di detikEdu. Baca selengkapnya di sini.