Para peneliti menemukan pramugari/pramugara memiliki peluang sekitar 50 persen lebih tinggi untuk meninggal karena kanker yang disebabkan oleh radiasi dibandingkan dengan populasi pekerja umum, sementara pilot memiliki peluang sekitar 36 persen lebih tinggi.
Namun, para penulis mengakui adanya keterbatasan dalam penelitian. Mereka tidak mengetahui seberapa besar paparan yang diterima setiap pramugari/pramugara dan pilot di udara atau dari tempat lain. Ada pula kemungkinan bahwa pekerjaan salah diklasifikasikan pada beberapa sertifikat kematian.
Peneliti juga tidak bisa memperhitungkan faktor lain yang mungkin spesifik untuk profesi tersebut. Risiko kanker sendiri bisa diperburuk oleh gangguan yang sering terjadi pada jam internal tubuh, yang bisa dipengaruhi oleh jet lag, melintasi zona waktu, serta jadwal kerja yang tidak teratur.