Ia mengatakan, pembatasan tersebut dilakukan karena pekerjaan pemugaran berlangsung di lantai 10, sehingga diperlukan pengaturan jalur agar aktivitas wisatawan tidak mengganggu proses pemugaran.

"Ini penting supaya pengerjaan pemugaran berjalan dengan baik dan tidak terganggu dengan adanya pengunjung yang naik ke atas. Di sisi lain, kami juga memastikan pengunjung tetap nyaman dan tetap bisa menikmati Borobudur dari atas," katanya.

Ia menuturkan, rekayasa jalur kunjungan tersebut akan diberlakukan hingga akhir Oktober 1926, menyesuaikan dengan tahapan pekerjaan pemugaran.