NADIKABAR.COM — Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara memaparkan lima aspek kunci yang perlu diperkuat secara berkelanjutan guna mendorong Indonesia menjadi negara maju.
Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia (human capital), terutama melalui penguatan sektor pendidikan dan kesehatan.
Menurut dia, pembangunan harus berorientasi pada peningkatan kualitas manusia melalui berbagai program yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun sumber non-APBN dengan melibatkan masyarakat.
”Semua yang kita lakukan dari APBN, dari non-APBN, menggalang kekuatan masyarakat, pendidikan, kesehatan adalah kualitas sumber daya manusia harus kita perbaiki,” kata Suahasil dalam Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Senin.
Kedua, peningkatan kualitas modal fisik (physical capital). melalui pembangunan infrastruktur.
Suahasil menilai pembangunan infrastruktur perlu dibiayai negara, meski tidak seluruh investasi pada modal fisik harus bersumber dari anggaran pemerintah.
Ketiga, reformasi kelembagaan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan (good governance).
Ia menekankan pentingnya institusi yang memiliki tata kelola baik, menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), serta mampu beradaptasi dengan dinamika yang berkembang.
“Reformasi atas institusi menjadi satu prasyarat dari negara kalau mau menuju negara yang maju. Institusi harus menjadi governance-nya baik, mungkin berbagai macam cerita mengenai ESG secara institusi harus ESG,” kata Bendahara Negara itu.
Keempat, reformasi struktural yang berkelanjutan, terutama dalam memperbaiki proses bisnis dan cara kerja antarlembaga.
“Struktural reform adalah soal bagaimana cara kita bekerja. Struktural reform adalah bagaimana keterkaitan antara satu institusi dengan institusi lain,” ujarnya.
Kelima, menjaga stabilitas, baik dalam perekonomian maupun kehidupan bermasyarakat.
“Stabilitas di dalam perekonomian, stabilitas di dalam kegiatan kita bermasyarakat, karena stabilitas ini adalah prasyarat yang sangat penting,” ujarnya.