NADIKABAR.COM โ Komjen Herry Heryawan meninggalkan kenangan indah yang membekas bagi para mahout hingga netizen dan pemerhati gajah di Provinsi Riau. Mereka menitipkan pesan mendalam agar mantan Kapolda Riau itu tidak melupakan gajah-gajah, khususnya di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Pelalawan.
Rasa haru sekaligus bangga disampaikan para mahout atau pawang gajah di Tesso Nilo melepas perwira tinggi (pati) Polri yang kini menjabat Kabaharkam tersebut. Para mahout juga menyampaikan terima kasih kepada Komjen Herry Heryawan yang telah memberikan perhatian dan kepedulian besar bagi gajah-gajah di Tesso Nilo.
"Kepada Bapak Herry Heryawan, kami dari para mahout Taman Nasional Tesso Nilo mengucapkan selamat dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala kepedulian bapak kepada kami di Camp Elephant Flying Squad Tesso Nilo," ujar mahout dikutip dari Instagram @btn_tessonilo, Minggu (4/10/2026).
Bagi para mahout, Komjen Herry tidak hanya datang dan mengenal pawang-pawang gajah tersebut. Namun, Herry Heryawan juga sudah menganggap gajah-gajah seperti anaknya sendiri.
"Terlebih, Nona Seroja yang namanya langsung bapak berikan sendiri pada Juli lalu. Sebuah nama yang sampai hari ini menjadi bagian dari pelita dan kenangan indah kami di Tesso Nilo," ungkapnya.
Para mahout berharap Herry Heryawan yang kini mengemban amanah baru sebagai Kabaharkam Polri tidak melupakan para gajah yang telah dianggapnya sebagai anak-anaknya.
"Pak Herry, jangan lupa sama Seroja ya...Seroja pasti rindu," imbuhnya.
"Dan kalau nanti ada kesempatan kembali ke Riau, jangan lupa mampir ke Tesso Nilo ya Pak. Ada Nona Seroja di sini yang sekarang sudah makin besar, makin lincah, dan mungkin bakal senang sekali kalau bisa bertemu lagi dengan Bapak yang memberikan namanya," sambungnya.
Postingan BTN Tesso Nilo itu mendapat tanggapan dari para netizen yang sebagian besar adalah pemerhati gajah. Sama halnya dengan mahout, para netizen juga mengungkap kesedihan karena Komjen Herry Heryawan harus pergi dari Bumi Lancang Kuning.
"Ga pernah se mellow ini denger mutasi orang. pasti tulus orangnya ๐ฅบ" tulis salah satu netizen.
"Akupun seketika sedih denger pak @herryheryawan pindahh ๐ฅบ selamat bertugas bapak ๐ฅGbu" tulis netizen lainnya.
Netizen lain pun menyampaikan selamat atas jabatan baru yang diemban Komjen Herimen, sapaan akrab Herry Heryawan. Mereka juga berterima kasih atas kepedulian jenderal bintang tiga itu kepada gajah-gajah Sumatra.
"Selamat mengemban tugas baru ditempat yg baru bapak @herryheryawan , terimakasih๐ atas nama yg indah, manis dan sangat lembut ketika diucapkan untuk dedek Nona Seroja, saya yakin nama itu pasti muncul dari hasil buah pikir seseorang yg berhati lembut juga dan bapak menginspirasi saya untuk membuat nama anak saya kelak dari nama - nama Indonesia๐ฎ๐ฉ" demikian ungkapan netizen.
Ada juga yang berharap agar Kapolda Riau yang menggantikan Komjen Herry Heryawan juga memberikan perhatian dan kepedulian yang sama terhadap para gajah.
"Huhuhuhu.. Semoga Kapolda yang baru bisa meneruskan amanah menjaga dan peduli kepada kawasan konservasi dan flora fauna di dalamnya. Salah satu pak Polisi favorit ku ya beliau, pak Purnomo sama besti ku @firmansyahanggara ๐." tulis netizen.
Herry Heryawan memang dikenal lekat sebagai sosok pemerhati lingkungan, sekaligus 'Bapak Gajah'. Suara lantangnya membela gajah-gajah Sumatra mendapat dukungan penuh dari warga Riau.
Pada sebuah kesempatan, Komjen Herry Heryawan juga menyatakan dukungannya terhadap gajah secara terbuka. Dalam mediasi dengan masyarakat yang menempati kawasan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Pelalawan, Herry Heryawan dengan lantang menyatakan pasang badan untuk gajah-gajah yang terusir dari habitatnya.
"Saya berdiri di sini perwakilan dari gajah. Gajah-gajah ini kan nggak bisa ngomong, yang ada di sana, lingkungan hidup yang ada di sana kan nggak bisa ngomong padahal mereka makhluk hidup sama dengan kita," kata Herry Heryawan di kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Sabtu (21/6/2025).
Herry Heryawan menegaskan bahwa TNTN merupakan rumah bagi gajah dan hewan-hewan lain yang mulai terancam punah.
"Kalau mereka bisa ngomong kenapa dulu mereka punya rumah itu diganggu tapi kita nggak boleh ke belakang lagi TNTN ini kan untuk ekosistem, terutama gajah yang hidup di dalam ekosistem di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo," tambahnya.