NADIKABAR.COM — Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Prof Akhmad Sodiq terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Akhmad Sodiq kini sedang menjalani pemeriksaan di gedung KPK di Jakarta.

Pantauan NadiKabar, pukul 10.30 WIB suasana di sekitar gedung rektorat terlihat lengang. Tidak ada aktivitas penggeledahan dari KPK.

Sejumlah mahasiswa nampak keluar masuk gedung rektorat. Hanya saja mereka hanya mengakses ke lantai 1.

Meski begitu saat awak media mencoba masuk ke lantai 3 tempat ruangan pejabat berada, pihak keamanan internal kampus tidak memberikan izin.

"Maaf untuk lantai 3 steril. Karena perintah dari KPK tidak boleh ada yang ke atas," kata seorang petugas keamanan kampus, Jumat (21/8/2026).

Petugas keamanan ini juga menyebut bahwa tidak hanya lantai 3, lantai 2 pun hanya bisa diakses oleh karyawan kampus.

"Lantai 2 juga tidak bisa. Hanya khusus untuk karyawan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, KPK mengonfirmasi telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Purwokerto. Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) diamankan dalam OTT ini.

"Salah satu pihak yang diamankan adalah Rektor Unsoed," ujar Jubir KPK Budi Prasetyo, Jumat (21/8), dilansir NadiKabar.com.

Rektor UNSOED disebut terjerat kasus korupsi. KPK menyebut 14 orang diamankan dalam OTT di Purwokerto.

"Dalam peristiwa ini, tim mengamankan empat belas orang, yakni 12 orang di wilayah Purwokerto dan 2 orang di Jakarta, pada Kamis (20/8)," sambungnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa lima orang ke Jakarta usai menjalani pemeriksaan di Mapolresta Banyumas. Salah satu yang dibawa adalah Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Prof Norman Arie Prayoga.