NADIKABAR.COM — Kepada Badan Gizin Nasional (BGN) Sudaryono buka suara usai anggaran BGN dipangkas hingga Rp 38 triliun oleh Kementerian Keuangan. Sudaryono memastikan pihaknya akan mengelola anggaran BGN dengan tanggung jawab.

"Kami bahkan berusaha seefisien mungkin. Setiap tetes APBN itu uang rakyat, ya. Rp 38 (triliun) enggak ada masalah, bahkan kami berusaha untuk seefisien mungkin," kata Sudaryono saat peresmian SPGG serentak di wilayah 3T di Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Rabu (14/10/2026).

Sudaryono menjelaskan, BGN berfokus menjaga disiplin implementasi anggaran pada setiap porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 15.000. Komposisinya telah diatur secara ketat, yakni Rp 10.000 untuk pengadaan bahan makanan, Rp 3.000 untuk biaya operasional, dan Rp 2.000 dialokasikan sebagai insentif dapur.

Untuk memastikan akuntabilitas anggaran, Sudaryono menyebut BGN tidak segan-segan menindak tegas pengelola dapur yang bermasalah. Dia mengatakan 91 SPPG kini di-suspend sementara akibat temuan kelebihan pembayaran dengan total mencapai Rp 18 miliar.

"Ada 91 dapur yang menjadi temuan BPK dan harus mengembalikan kelebihan anggaran atau kelebihan dana yang dia kelola, dia ambil, totalnya sekitar Rp 18 miliar," tegasnya.