NADIKABAR.COM — Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat mengeruk 45 ribu kubik sedimen lumpur di sepanjang sekitar tiga kilometer Kali Grogol Kemanggisan sebagai upaya meningkatkan kapasitas tampungan air dan mengantisipasi banjir.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah mengatakan bahwa dampak upaya mitigasi penanggulangan banjir tersebut diharapkan akan signifikan terlihat pada tahun 2027, yakni saat musim hujan tiba.
"Hari ini kita lakukan di sini (Kali Grogol), sepanjang tiga kilometer sedang dilakukan progres pengerukan. Ini sudah berlangsung dua minggu dengan dua alat, satu amfibi yang siaga di kali, kemudian dengan long arm untuk mengangkut sedimen lumpur," ujar Iin, saat meninjau aktivitas pengerukan sedimen lumpur Kali Grogol di wilayah Kemanggisan, Jumat.
Iin melanjutkan, pengerukan lumpur pada saluran makro menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kapasitas tampungan air. Selain Kali Grogol, kegiatan serupa juga dilakukan di Kali Mookevart dan dilanjutkan ke Cengkareng Drain.
Meski begitu, lanjut Iin, mitigasi banjir dan genangan tidak hanya dilakukan pada saluran makro. Pembersihan dan pengerukan juga dilakukan pada saluran mikro dan penghubung (phb) di permukiman warga.
"Saluran mikro yang ada di permukiman menjadi tanggung jawab pemerintah kota, camat, lurah, PPSU dan masyarakat melalui kerja bakti. Kita pastikan semua saluran secara mikro bersih dari sedimen," kata Iin.