"Pada hari pertama, peserta mendapatkan pelatihan membuat Cikuro dan Es Teler Sultan. Kemudian, pada hari kedua, pelatihan dilanjutkan dengan pembuatan Gohyong dan Mango Thai Smoothies," ucapnya.
Bernard menuturkan, rangkaian kegiatan diawali dengan Pelatihan UEP bagi 20 penyandang disabilitas pada 15-16 September 2026. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Pelatihan UEP bagi keluarga miskin yang diikuti 50 peserta pada, 17-18 September 2026.
"Sebagai bentuk dukungan nyata setelah pelatihan berakhir, para peserta nantinya akan mendapatkan bantuan berupa alat penunjang usaha untuk mulai menjalankan dan mengembangkan bisnis masing-masing," katanya.
Melalui program tersebut, Bernard berharap, pelatihan yang diberikan dapat memberikan manfaat serta berdampak langsung terhadap peningkatan taraf perekonomian masyarakat.