Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan warga di lokasi pengungsian. Di samping itu, PMI juga mengerahkan dua ambulans untuk mendukung pelayanan kesehatan.

"Kemarin, kami memberikan pertolongan pertama kepada warga yang mengalami luka robek, lecet, luka bakar hingga sesak napas. Kami terus bersiaga dan memantau kondisi warga pascakebakaran," ujar Heri.

Di sisi lain, Lurah Ancol Bijakri Saud Maruli Manik menyebutkan bantuan dari Sudinsos Jakarta Utara, PMI Jakarta Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kepolisian, dan sejumlah pihak lainnya datang secara bertahap.

Menurut dia, sejak Minggu (27/9) sampai dengan hari ini, bantuan terus disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga, mulai dari makanan, perlengkapan bayi, obat-obatan, air mineral, perlengkapan mandi, pakaian, selimut, kipas angin hingga tenda posko.

Dia mengungkapkan peristiwa kebakaran yang terjadi pada Minggu (27/9) itu menghanguskan 20 bangunan semipermanen yang terdiri dari 95 pintu kontrakan.