NADIKABAR.COM — Makan es batu tidak menyebabkan anemia. Anggapan bahwa es batu bisa "merusak darah" atau membekukan sel darah hanyalah mitos.

Arah hukum hubungannya justru sebaliknya: kebiasaan mengunyah es batu secara berlebihan (kompulsif) sering kali merupakan gejala atau tanda bahwa seseorang sedang mengalami anemia defisiensi besi.

Dalam dunia medis, dorongan kuat untuk mengunyah bahan non-makanan (seperti tanah, kertas, atau es) disebut pica. Khusus untuk kebiasaan mengunyah es batu, istilah medisnya adalah pagofagia (pagophagia).

Mengapa penderita anemia cenderung suka mengunyah es batu?

Meskipun es batu itu sendiri tidak beracun dan tidak menyebabkan anemia, kebiasaan ini tetap menyimpan sejumlah bahaya medis jika dilakukan secara terus-menerus:

Jika kamu atau orang terdekat tidak bisa berhenti mengunyah es batu dan disertai gejala seperti mudah lelah, wajah/kelopak mata pucat, sering pusing, atau sesak napas saat beraktivitas ringan, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan laboratorium darah lengkap (seperti tes kadar hemoglobin dan feritin) untuk memastikan apakah ada defisiensi zat besi. Ketika kadar zat besi kembali normal melalui asupan makanan atau suplemen, kebiasaan mengunyah es batu umumnya akan hilang dengan sendirinya, demikian mengutip mayoclinic.org dan sumber-sumber lain.