NADIKABAR.COM — Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pacuan Kuda PORDASI ke-60 Tahun 2026 dan meraih Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia. Sulawesi Utara mengumpulkan total 149 poin dari dua seri Kejurnas yang digelar dalam kalender Indonesia's Horse Racing (IHR) 2026.
Seri II Kejurnas ke-60 yang berlangsung di Tompaso, Sulawesi Utara, pada 24 Oktober 2026 menjadi penentu perolehan poin akhir kontingen. Sebelumnya, Seri I digelar di Pangandaran, Jawa Barat, pada 26 Juli 2026. Tampil di hadapan publik sendiri, kontingen Sulawesi Utara menambah 91 poin pada Seri II sehingga mencatatkan total 149 poin dari kedua seri.
Jawa Barat menempati posisi kedua dengan total 44,5 poin, disusul Papua Selatan di posisi ketiga dengan 39,5 poin. Jawa Tengah berada di posisi keempat dengan 33,5 poin, sementara DKI Jakarta melengkapi lima besar dengan total 24 poin.
IHR Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI ke-60 Seri II Tahun 2026 mempertandingkan 10 kelas pacuan utama, yaitu Kelas A Terbuka 2.200 meter, Kelas A Sprint 1.300 meter, Kelas B 1.850 meter, Kelas B Sprint 1.200 meter, Kelas C 1.600 meter, Kelas C Sprint 1.100 meter, Kelas D 1.400 meter, Kelas D Sprint 1.000 meter, Kelas E 1.200 meter, dan Kelas F 1.000 meter. Setiap kelas memberikan kesempatan bagi peserta untuk menyumbangkan poin bagi kontingen masing-masing dalam perebutan gelar juara umum nasional.
Berdasarkan akumulasi hasil kedua seri, Sulawesi Utara mencatatkan keunggulan signifikan. Setelah menjadi juara umum Seri I di Pangandaran dengan 58 poin, kontingen Sulawesi Utara menambah 91 poin pada Seri II di Tompaso.
Jawa Barat mengakhiri kejuaraan dengan 44,5 poin, terdiri atas 36,5 poin dari Seri I dan 8 poin dari Seri II. Sementara itu, Papua Selatan mengumpulkan 39,5 poin, dengan kontribusi 16 poin pada Seri I dan 23,5 poin pada Seri II.
Jawa Tengah mencatatkan total 33,5 poin, hasil dari 21 poin pada Seri I dan 12,5 poin pada Seri II. DKI Jakarta menutup kejuaraan dengan 24 poin, yang berasal dari 16,5 poin pada Seri I dan 7,5 poin pada Seri II.
Dari 10 kelas yang dipertandingkan pada Seri II, kuda-kuda Sulawesi Utara memenangkan tujuh kelas, yakni Kelas A Sprint "Super Sprint" 1.300 meter, Kelas B 1.850 meter, Kelas B Sprint 1.200 meter, Kelas D 1.400 meter, Kelas D Sprint 1.000 meter, Kelas C Sprint 1.100 meter, dan Kelas E 1.200 meter.
Kemenangan tersebut diraih Sun Power Nagari dari Keepfly Stable di Kelas A Sprint "Super Sprint" 1.300 meter, Melasti dari Miranda Stable di Kelas B 1.850 meter, Galant Eclipse dari Eclipse Stable di Kelas B Sprint 1.200 meter, Atienza Nagari dari Bullion 99 Stable di Kelas D 1.400 meter, serta Sienna dari Jatinom Indah Stable di Kelas D Sprint 1.000 meter. Sementara itu, Kana Eclipse dan Mika Eclipse dari Eclipse Stable masing-masing menang di Kelas C Sprint 1.100 meter dan Kelas E 1.200 meter.
Selain menempatkan tujuh kuda di podium pertama, Sulawesi Utara juga menempatkan lima kuda di podium kedua dan tiga kuda di podium ketiga pada kelas-kelas yang menjadi sorotan kejuaraan.
Persaingan di kelas-kelas utama juga menghadirkan prestasi dari kontingen lain. Papua Selatan tampil di Kelas A "Star of Stars" 2.200 meter melalui Kashmir BB dan Duke BB dari Blue Blood Stable, yang masing-masing meraih podium pertama dan kedua. Surya BB dari stable yang sama juga meraih podium ketiga Kelas A Sprint "Super Sprint" 1.300 meter.
Jawa Tengah turut mencatatkan prestasi melalui Kancil Mas T.A. dari Tombo Ati Stable yang meraih podium ketiga Kelas B 1.850 meter, serta Ya Tarim T.A. dari stable yang sama yang memenangkan Kelas C 1.600 meter. Pada kelas tersebut, Sultan Nagari dari Aragon Stable mengantarkan Jawa Barat meraih podium ketiga. Sementara itu, Beatifull Sion dari Prima Sion Stable menempati posisi ketiga Kelas B Sprint 1.200 meter dan menyumbangkan prestasi bagi Sulawesi Selatan.
Hasil tersebut memperlihatkan persaingan antardaerah dalam Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI ke-60. Sulawesi Utara menunjukkan konsistensi di berbagai nomor, Papua Selatan meraih hasil di kelas Star of Stars, sedangkan Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan turut mencatatkan prestasi di podium.
"Kami gembira dapat menyelesaikan gelaran IHR Kejurnas Seri II 2026 dengan baik hari ini. Kami mengucapkan selamat kepada semua kontingen dan atlet yang telah berlaga dan meraih hasil terbaik, khususnya kontingen Sulawesi Utara yang keluar menjadi juara umum," kata Direktur Komersial SARGA.CO Diana Airin dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).
"Ke depan nanti, kami berharap semakin banyak kontingen dan atlet kuda pacu dapat ikut serta dan mencetak prestasi di dalam kejuaraan-kejuaraan pacuan kuda tingkat nasional yang diselenggarakan dalam kalender IHR," sambungnya.
Penyelenggaraan Kejurnas di Tompaso juga menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai daerah dalam mengembangkan olahraga berkuda di Indonesia.
Perluasan lokasi kompetisi memberikan kesempatan bagi atlet, joki, pemilik kuda, dan komunitas pacuan kuda daerah untuk berpartisipasi dalam kejuaraan tingkat nasional. Hal ini sekaligus membuka ruang bagi pengembangan potensi olahraga berkuda di berbagai wilayah Indonesia.
Sementara itu, Ketua Umum PP PORDASI Aryo PS Djojohadikusumo menyampaikan kegembiraannya atas terselenggaranya Kejurnas Pacuan Kuda di Maesa Tompaso.
"Membawa Kejurnas ke daerah yang menjadi asal dari kuda pacu, joki, dan trainer terbaik di Indonesia merupakan mimpi saya sejak menjadi Ketua Umum PP PORDASI. PP PORDASI akan berupaya untuk terus meningkatkan jumlah kompetisi di Tompaso, sekaligus mengajak para peternak, joki, trainer, dan horse owner untuk bersiap mengikuti laga di Jakarta, sejalan dengan rencana penyelenggaraan Kejurnas di arena pacuan kuda Pulomas, Jakarta, yang saat ini sedang dibangun," imbuh Aryo PS Djojohadikusumo.
Melalui Indonesia's Horse Racing, PP PORDASI bersama SARGA.CO terus mendorong penyelenggaraan kompetisi pacuan kuda yang terstruktur dan berkelanjutan. Upaya ini menggabungkan pembinaan prestasi olahraga dengan pengembangan pacuan kuda sebagai properti olahraga dan hiburan yang berpotensi menjangkau audiens lebih luas.
"Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat fondasi pacuan kuda nasional, membuka peluang bagi lahirnya talenta-talenta baru, serta meningkatkan daya tarik olahraga berkuda Indonesia di tingkat nasional maupun internasional," tutupnya.
Sebagai informasi, IHR Kejurnas II 2026 didukung oleh Arsari Tambang, wondr by BNI, Japfa, Fortis, dan Blue Blood Stable.