NADIKABAR.COM — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan desa dan kampung wisata tidak boleh berhenti pada seberapa banyak wisatawan datang, namun seberapa jauh pariwisata membuat warga menjadi pelaku, menghidupkan potensi lokal.
"Kemudian menjaga budaya dan lingkungan, serta memperoleh manfaat ekonomi dari destinasi yang mereka bangun bersama," kata Sri Sultan pada penyerahan penghargaan Lomba Desa atau Kampung Wisata Tingkat DIY 2026 di Yogyakarta, Selasa.
Sri Sultan mengatakan, keindahan lanskap, keunikan atraksi, dan jumlah kunjungan wisatawan memang menjadi bagian dari daya tarik destinasi di objek wisata.
"Namun, desa dan kampung wisata yang kuat ditentukan oleh kemampuan masyarakat mengelola potensi lokal, membangun kelembagaan yang sehat, menjaga lingkungan dan budaya, berinovasi, serta memastikan manfaat pariwisata dirasakan masyarakat," katanya.