Program tersebut menerapkan inovasi mulai dari teknik budi daya, pemupukan presisi, hingga pengendalian hama terpadu guna meningkatkan produksi sekaligus menekan biaya operasional usaha tani.
Berdasarkan hasil ubinan tahap pertama yang dianalisis tim statistik dan tim Revolper, produktivitas padi di lahan demplot menunjukkan peningkatan yang disebut hampir mencapai 100 persen, meskipun angka hasil panen dalam ton per hektare belum dirinci.
"Kerangka pemikiran Pemda Sumedang saat ini, logical framework-nya, adalah bahwa dalam bekerja kita harus melibatkan pentahelix. Pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pengusaha harus bersama-sama mewujudkan program ini agar berhasil dan sukses," katanya.
Ia menjelaskan, Revolper bertumpu pada empat komponen utama, yakni ketersediaan air dan kepastian irigasi, penggunaan benih unggul bermutu, pemupukan berimbang yang efektif dan efisien, serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian untuk memodernisasi proses produksi hingga pascapanen.