Ia menilai perbedaan pandangan dan kepentingan tak boleh menjadi penghalang untuk membangun olahraga tinju. Sebaliknya, perbedaan perlu disikapi secara dewasa dengan mengutamakan kepentingan atlet, kemajuan olahraga, dan nama baik bangsa.

Perbati berharap momentum Hari Sumpah Pemuda mendorong seluruh pihak mengesampingkan kepentingan pribadi dan kelompok.

Dengan demikian, energi dan sumber daya diarahkan pada penguatan pembinaan, peningkatan kualitas pelatih, serta persiapan atlet menghadapi persaingan di tingkat Asia dan dunia.

Menurut Hengky, para petinju muda harus memiliki semangat juang, kedisiplinan, dan tekad kuat untuk mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional.