"Kemudian beberapa kendala-kendala yang terjadi misalkan di PHR terkait dengan persoalan gas dan sebagainya itu sudah teratasi, sehingga di 2027 ini akan optimasi," terangnya.

Selain sumur rakyat, Bonar mengatakan peluang peningkatan produksi juga masih terbuka dari lapangan-lapangan minyak tua atau brownfield. Menurut dia, penurunan produksi dan cadangan pada lapangan tua merupakan kondisi yang umum terjadi dalam industri migas.

Namun, kondisi tersebut bukan berarti potensi produksinya telah habis. Lapangan tua masih dapat dioptimalkan melalui penggunaan teknologi, tata kelola, dan praktik produksi yang tepat.

Peningkatan produksi dari lapangan brownfield itu, kata Bonar, dapat dilakukan bersamaan dengan optimalisasi sumur rakyat serta penerapan teknologi baru.

Bambang sebelumnya juga menyebut penerapan teknologi menjadi bagian dari strategi akselerasi lifting. Kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) didorong meningkatkan penggunaan metode Enhanced Oil Recovery (EOR) dan melakukan workover pada sumur-sumur tua.

"Kemudian ditambah lagi beberapa kebaruan-kebaruan di dalam teknologi, EOR, work over itu sekarang ini ditingkatkan untuk pelaksanaannya. Jadi mudah-mudahan ini dapat relate untuk meningkatkan lifting kita di tahun 2027," pungkasnya.