NADIKABAR.COM — Perusahaan pengembang pembangkit tenaga surya, SUN memperluas perannya sebagai independent power producer (IPP) untuk mendukung pengembangan energi bersih dan diharapkan memperbesar kontribusi sektor swasta dalam pengembangan 100 gigawatt (GWp) energi surya di Indonesia.
"Kami ingin membawa pengalaman perusahaan lebih jauh melalui sistem elektrifikasi yang semakin terintegrasi, dari energi bersih hingga pemanfaatannya," kata Director of Power SUN Jefferson Kuesar dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan bahwa perusahaan ingin memperkuat pengembangan PLTS berskala besar guna dukung program pemerintah terkait PLTS 100 GWp.
Menurut dia, SUN juga memperkuat pengembangan proyek energi surya berskala lebih besar sebagai bagian dari agenda pertumbuhan jangka panjang perusahaan.
Apalagi, kata dia, Indonesia memiliki potensi energi surya sekitar 3.200 GWp, yang membuka ruang besar bagi pengembangan PLTS untuk sektor komersial dan industri maupun proyek berskala besar.
"Saat ini, SUN memiliki pipeline proyek energi surya lebih dari 40 MWp yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia dan masih berada dalam tahap pengembangan," ujarnya.
Selain itu, memasuki satu dekade perjalanan di industri energi bersih, SUN telah mengembangkan lebih dari 500 megawatt (MW) kapasitas energi surya melalui lebih dari 400 proyek.