NADIKABAR.COM — Tanah di pinggir Sungai Juana, tepatnya di Desa Purworejo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati mengalami penurunan hingga 1 meter. Kondisi ini pun menyebabkan tujuh bangunan ruko miring dan temboknya retak-retak.

"Ada 7 ruko rusak berat.Sementara ini harus pindah, karena kondisi berkurang miring dan anjlok (terjadi penurunan tanah)," jelas Kepala Desa Purworejo, Duwi Sumaryono, saat dihubungi NadiKabar, Selasa (8/9/2026).

Duwi mengatakan fenomena itu terjadi sepanjang 400 meter. Tanah ambles dan rengkah dengan kedalaman 50 sentimeter sampai 2 meter. Kejadian ini, kata Duwi sudah berlangsung sejak satu pekan belakangan ini. Duwi sudah melaporkan kepada pemerintah Kabupaten Pati namun belum ada upaya penanganan.

"Untuk sementara belum ada penanganan dari BPBD maupun Kabupaten Pati. Kita sudah memberikan informasi kepada pak Camat tapi sampai sekarang belum ada info lanjutan seperti masih menunggu," katanya.

Menurutnya penyebab penurunan tanah ini karena Sungai Juana yang mengering selama sebulan terakhir ini. Sungai Juana yang mengusut mengakibatkan terjadinya penurunan tanah.

"Penyebabnya perkiraan menurut analisis karena air sungai surut akhirnya terjadi pergeseran tanah di bawah, akhirnya menyebabkan terjadi penurunan tanah," ungkap dia.

Menurutnya ada tujuh bangunan ruko yang rusak berat. Bangunan itu pun telah ditinggal pemiliknya karena membahayakan jika ambruk.

Salah satu warga Purworejo, Sulastri mengatakan tanah amblas terjadi sejak sepekan belakangan ini. Menurutnya penurunan tanah ini terjadi secara perlahan hingga ada 1 meter lebih.

"Itu tanah amblas sejak seminggu yang lalu. Tanah amblas ada kalau 1 meter. Parah yang ini, pernah terjadi tahun 2024 lalu," jelasnya ditemui di lokasi.