NADIKABAR.COM — Sungai Silugonggo yang ada di Pati mengalami kekeringan alias asat. Kondisi ini pun berdampak terhadap ribuan hektare lahan pertanian petani yang ada di sepanjang sungai terancam gagal panen.

Pantauan NadiKabar, Kamis (20/8/2026) pukul 16.00 WIB, di Desa Tanjang Kecamatan Gabus, Pati, tampak Sungai Silugonggo asat. Terlihat dasar kali mengering, dan hanya terlihat beberapa titik yang terdapat air meski tidak begitu banyak.

Terlihat sejumlah perahu nelayan yang terparkir di pinggir sungai. Perahu tidak bisa beraktivitas karena kalinya asat.

Salah satu petani, Kaswanto, mengatakan tiga minggu belakangan ini kondisi Sungai Silugonggo berangsur surut. Dia menyebut beberapa titik sungai pun terlihat bagian dasarnya. "Kekeringan untuk di sini sekitar 3 minggu ini. Dampaknya yang sangat fatal itu pertanian. Karena sepanjang Sungai Silugonggo pertanian hanya mengandalkan pompanisasi dari Sungai Silugonggo," jelas Kaswanto saat ditemui di lokasi, Kamis (20/8/2026).

Dia menyebut di daerahnya, ada 127 hektare lahan padi yang tengah ditanami. Kaswanto khawatir jika air terus asat, pertanian mereka akan gagal panen.

"Untuk sementara karena jangka waktu 3 minggu masih aman tapi ini 2 minggu tidak ada air bisa gagal panen. Karena air tidak bisa disedot dengan pompa," jelas Kaswanto.

Dia mengatakan padinya kurang dari 25 hari lagi panen. Kondisi ini membuatnya waswas akan mempengaruhi kualitas padinya.

"Usia tanam 30 sampai 35 hari. Kita butuh 25 hari lagi untuk panen. Air sawah tidak ada, banyak kekeringan jadi berpengaruh hasil tanaman kurang bagus," ungkap dia.

Hal senada diungkapkan Ketua Serikat Petani Pati, Kamelan. Kamelan menjelaskan selama 3 pekan belakangan ini Sungai Silugonggo atau dikenal Kali Juwana berangsur surut.

"Tentu saja sangat berdampak terhadap pertanian karena ada ribuan hektare lahan padi yang butuh pengairan. Karena ini musim kemarau kebutuhan air cepat habis," kata Kamelan ditemui di persawahan sore ini.

Menurutnya, ada ribuan hektare sawah sepanjang Sungai Silugonggo yang terdampak kekeringan. Mulai dari Kecamatan Juwana, Jakenan, Gabus, dan Pati.

"Ada ribuan hektare tanaman padi yang butuh pengairan. Usia tanaman pada 1 minggu sampai menjelang panen," kata dia.

"Kalau sampai menjelang panen tidak ada air, ya jelas sangat dimungkinkan puso karena kekeringan," lanjut dia.

Kamelan berharap agar pemerintah segera membantu para petani. Termasuk menggelontorkan air ke persawahan petani.

"Harapan petani terhadap pemerintah ada gelontoran air karena di Sungai Silugonggo ada 2 waduk Kedung Ombo dan Logung bisa digelontorkan," ujar dia.